Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sastra

Diriku yang Lain

Pagi ini aku bangun dan mendapati diriku yang lain sedang terbaring tepat di sisiku. Aku tak terkejut sama sekali. Ia berraga seperti aku. Ia memakai gaun hitam panjang hingga menutupi kedua lututnya. Ia tidur dengan pulas dan penuh damai, layaknya orang mati. Ekspresinya kosong. Aku tidak tahu sejak kapan dia hadir di situ.  Yang aku ingat sepanjang malam aku menangis sambil memaki diri sendiri sebagai manusia rapuh dan tidak berguna, menyesali kesalahan yang aku perbuat. Ah, aku baru ingat pintu-pintu gereja telah ditutup. Bukan hanya gereja di depan jalan masuk kampung, tapi semua kota. Mereka bilang ini gara-gara virus Corona. Sialan benar virus itu, yang sudah membikin banyak orang lebih takut terjangkit dan kemudian mati, dari pada khawatir dengan kesenangan poligami dan menelantarkan anak-anak mereka. Tetapi Gereja telah tutup. Itu berarti tidak ada sakramen pertobatan untuk menyambut paskah kali ini.  Aku semakin membenci diriku sendiri. Aku benci dengan kebodohan-kebo...

Delapan Makam

Rumah tua itu semakin reot. Tidak dipagari. Sengnya benar-benar karat. Cat berwarna hijau tosca pada dindingnya telah mengelupas sebagian. Debu di daun-daun jendela tampak menebal.  Sudah setahun terakhir rumah tua itu tidak berpenghuni. Tidak ada lagi yang datang, kecuali anak-anak saat pohon mangga di halaman rumah itu berbuah. Anak-anak akan bergelantung di dahan pohon mangga seperti monyet-monyet, memetik buah dari pohon itu sesuka hati tanpa takut meminta terlebih dahulu. Mereka juga tidak perlu khawatir pada hardikan dari pemilik rumah jika ketahuan mencuri. Setelah puas bermain dan memetik mangga, anak-anak itu akan pergi dan meninggalkan daun-daun yang berguguran di halaman. Dan rumah itu kembali sunyi. *** Umur saya sepuluh tahun saat pertama kali bertemu dengan wanita itu. Itu tahun 1998 dan saya dan orang tua saya baru pindah ke kota ini. Wanita itu adalah tetangga kami. Rumahnya tepat di depan rumah kami. Dan ia masih sangat cantik. Kulitnya kencang, matanya...